Sabtu, 11 Juni 2016

Perayaan Hari Ayah di Jerman




Hallo Alle! Kali ini kita akan memberikan sedikit informasi tentang perayaan hari  ayah di Jerman nih. Simak ya!
Di Hari ke-40 setelah Paskah, pada hari "Kenaikan Isa Almasih", Jerman merayakan hari ayah. Hari yang diperuntukkan buat kaum pria itu dirayakan sejak lebih dari 100 tahun di Jerman. Ada beberapa hal yang menjadi tradisi dalam peryaan Hari Ayah di Jerman, yaitu:

1. Liburan Buat Ayah

Eine Gruppe junger Männer auf Fahrrädern mit Bierflaschen in Händen bei Schmöckwitz - Foto: Tim Brakemeier (dpa)
Ketika umat Kristen merayakan kenaikan Isa Almasih, di Jerman para ayah sedang dalam perjalanan menuju tempat berlibur. Mereka berkumpul sembari mendaki gunung atau seperti di sini dalam tur sepeda. Para Ibu dan anak-anak harus tinggal di rumah, sementara sang ayah cuma harus menjaga agar tidak kekurangan air minum berupa alkohol - sebuah klise yang selalu menjadi kenyataan.

2. Kereta Gandeng Pengangkut Bir

Männer auf Vatertagsausflug ziehen zwei Bollerwagen in Osterode - Foto: Frank May (dpa)
Kereta gandeng ini adalah salah satu instrumen yang tak tergantikan di hari ayah. Alternatifnya adalah kereta dorong atau mobil-mobilan anak-anak. Kereta ini sangat berguna untuk mengangkut minuman ke tempat wisata. 


3. Pria dan Kebebasan

In rot- und blau-weißen Einteilern und Bierflaschen in ihren Händen ziehen vier Mitglieder des Kleingartenvereins Buschhövel am Vatertag über einen Hamburger Elbdeich - Foto: Carsten Rehder (dpa)
Ketika sebagian berpakaian rapih atau mengenakan pakaian olahraga untuk menyiasati cuaca buruk, pria-pria ini malah menanggalkan pakaian dan berjalan dalam baju renang kuno. Kebebasan untuk bertindak konyol juga termasuk bagian dalam tradisi hari ayah.

nah, itu tadi beberapa hal yang biasa dilakukan di hari ayah, di Jerman. Semoga artikel ini menambah informasi kalian tentang hal-hal di Jerman.

Sabtu, 07 Mei 2016

Biografi Ludwig van Beethoven

Hallo Alle, Kali ini kita akan membahas biografi salah seorang tokoh ternama dari Jerman, yaitu  Ludwig van Beethoven. Siapa sih gak kenal dengan beliau? Tapi, bagi yang belum tau tentang beliau, yuk kita intip siapa sih Ludwig van Beethoven itu.
 Ludwig van Beethoven adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Karyanya yang terkenal adalah simfoni ke-lima dan ke-sembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli.

Pada tahun 1817 ketuliannya semakin parah sehinggan ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.


Ludwig van Beethoven dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn. Beethoven adalah cucu dari Lodewijk van Beethoven (1712-1773), seorang musisi dari Mechelen bertugas sebagai penyanyi di kapel istana Bonn. Ayahnya, Johann van Beethoven (1740-1792) bekerja sebagai penyanyi tenor untuk pangeran Bonn (dari tahun 1752). Ibunya bernama Maria Magdalena Keverich (1767-1787). Johann van Beethoven memaksa anaknya latihan piano berjam-jam karena menginginkan anaknya menjadi 'anak ajaib' seperti Mozart. Beethoven mengadakan konser pertamanya pada tanggal 26 Maret 1778 tapi kepandaiannya tak setara dengan Mozart pada usia yang sama.

Guru komposisi pertama Beethoven adalah Christian Gottlob Neefe (1748-1798). Neefe yang melihat bakat musik Beethoven mengajari Beethoven memainkan komposisi-komposisi milik Bach dan cara berimprovisasi, dia juga membantu Beethoven menerbitkan karya pertamanya (1783). Dalam sebuah majalah musik, Neefe menulis bahwa Beethoven bisa menjadi ‘Mozart’ yang kedua seandainya ia meneruskan kariernya.

Pangeran Bonn, Franz Xaver Stelker menunjuk Beethoven sebagai wakil Neefe dalam bermain organ dan harpsikord. Pada 1783, Beethoven menerbitkan tiga sonata yang didekasikan kepada Pangeran Franz, tapi karena ia belum mendapatkan gaji dari pekerjaannya, Beethoven meminta untuk menjadi wakil Neefe secara resmi. Permohonan ini dikabulkan pada tahun 1784. Pada 1785, Beethoven menggubah tiga trio piano untuk pangeran namun karya ini tak diterbitkan sampai Beethoven meninggal. Pada saat yang sama, Beethoven belajar musik pada Franz Ries.

Pada 1787, Beethoven pergi ke Wina atas perintah Pangeran. Di sana ia bertemu dengan Mozart dan memainkan piano di depannya. Mozart sangat kagum dengan Beethoven dan dia mengatakan bahwa Beethoven bisa menjadi musikus besar pada masa depan nanti. Beethoven kembali pulang ke Bonn karena ibunya sakit parah akibat TBC, yang kemudian merenggut nyawanya pada 17 Juli 1787. Untuk membantu ekonomi keluarga, Beethoven bekerja dengan memberi les piano kepada keluarga bangsawan untuk mendapat penghasilan tetap.



Ludwig van Beethoven

Awal karier

Pada awal kariernya di Wina, Beethoven masih mendapat gaji dari Pangeran Franz, selain itu ia juga dibantu oleh beberapa bangsawan yang mendukungnya, antara lain Pangeran Carl von Lichnowsky. Beethoven mendedikasikan kepadanya salah satu sonata pianonya yang paling terkenal, Sonata in C Minor ‘Pathetique’, Op. 13. Masa awal Wina merupakan masa yang cukup produktif bagi Beethoven. Komposisi-komposisi yang ia gubah antara lain simfoni no. 1 dan 2, lima sonata piano termasuk ‘Moonlight’ sonata dan ‘Pastorale’ sonata, sonata biola keempat dan kelima (Op. 23 dan Op. 24), variasi cello pada Bei Mannern, welche Liebe fuhle milik Mozart, Quintet Op. 18, Septet in Eb Major, Op. 20, dan Quintet, Op. 29. Beethoven tidak hanya populer sebagai pianis virtuoso namun juga sebagai komponis. Murid-muridnya kebanyakan berasal dari keluarga aristokrat.

Mulai periode ketulian

Pada pertengahan 1801, Beethoven menyadari bahwa daya pendengarannya mulai berkurang akibat otoslerosis. Sebuah surat yang ditemukan di sebuah rumah Beethoven di Heiligenstadt dekat Wina yang dikenal sebagai ‘Warisan Heiligenstadt’ berisikan betapa sedihnya Beethoven karena penyakit yang dialaminya. Kesedihannya memang wajar karena pada saat itu Beethoven sedang dalam puncak kariernya. Karena penyakit ini, Beethoven menjadi depresi dan dia menjadi semakin minder dalam pergaulan sosial. Salah satu alasan lain depresinya Beethoven adalah karena ia tak berhasil mendapatkan ‘teman hidup’. Banyak wanita bangsawan yang sering dicintainya namun umumnya cintanya bertepuk sebelah tangan.


Konser besar

Pada tanggal 29 November 1814, Beethoven mementaskan Fidelio yang sukses besar. Sebagian besar anggota kongres Wina ikut menonton opera ini. Di luar kesuksesan tersebut, pendengaran Beethoven semakin lama bertambah parah. Keadaan ini bertambah parah karena Beethoven menuntut hak orang tua asuh atas keponakannya, Karl. Beethoven menganggap ibu Karl tak sanggup mengasuh keponakannya. Beethoven memenangkan kasus ini namun ia pun bukan orang tua yang baik untuk Karl. Anak itu akhirnya menjadi tertekan dan mulai bergaul dengan geng anak-anak nakal. Puncaknya adalah pada tahun 1816, saat Karl mencoba bunuh diri. Hal ini membuat Beethoven cukup mengalami depresi. Setelah sembuh, Karl kembali ke ibunya dan masuk ke sekolah militer.

Pada tahun 1817, Beethoven keluar dari depresi dan kemurungannya. Hal ini terlihat dengan saat dia membuat Piano Sonata in A Major, Op. 101. Pada tahun 1817, Beethoven menggubah beberapa komposisi untuk seorang penulis Inggris, Richard Ford. Namun, karya-karya ini tak pernah diketahui sampai ditemukan di Inggris pada tahun 1999. Selain itu, Beethoven juga mulai merencanakan untuk menggubah piano sonata-nya yang paling revolusioner, Piano Sonata in Bb 'Hammerklavier', Op. 106.

Kematian

Beethoven terbaring di tempat tidur untuk beberapa bulan yang tersisa, dan banyak teman datang untuk mengunjungi. Dia meninggal pada 26 Maret 1827 pada usia 56. Temannya Anselm Hüttenbrenner, yang hadir pada waktu itu, mengatakan bahwa ada gemuruh guntur pada saat kematian. Sebuah otopsi mengungkapkan kerusakan pada liver. Ia juga mengungkapkan pelebaran besar dari saraf pendengaran.

Prosesi pemakaman Beethoven pada 29 Maret 1827 dihadiri oleh sekitar 20.000 warga Wina. Beethoven dimakamkan di sebuah kuburan khusus di pemakaman Wahring, utara-barat dari Vienna. Jenazahnya digali kembali untuk studi pada tahun 1862, dan dipindahkan pada tahun 1888 ke Wina Zentralfriedhof. Pada tahun 2012, crypt nya diperiksa untuk melihat apakah giginya telah dicuri seperti yang terjadi pada serangkaian perampokan makam pada komponis Wina terkenal lainnya. (Wikipedia)


Itu dia sekilas info tentang Beethoven, semoga bermanfaat. Sampai bertemu di postan berikutnya.

Jumat, 08 April 2016

Sejarah Perfilman di Jerman

Hallo Liebe Leserinnen und Leser unseres Blogs! Wie gehts? Wir hoffen, es geht euch gut. Kali ini kami akan membahas seputar sejarah atau perkembangan film di negara Jerman nih. Mau tau gimana ceritanya? Yuk segera disimak artikel berikut;)

Pada tahun 1916, Pemerintah Jerman melarang pemutaran film-film asing, sehingga mereka memproduksi film-film mereka sendiri. Perusahaan film terus bertambah banyak dari 25 buah (1914), hingga mencapai 130 buah (1918). Hingga akhir perang, Universum Film Aktiengesellschaft (Ufa) menciptakan trend penggabungan dua perusahaan, untuk menciptakan perusahaan yang lebih besar.
Walaupun telah berkembang pesat, jika pemerintah Jerman menarik kembali peraturan dilarang diputarnya film asing saat perang telah berakhir, film-film asing kemungkinan besar akan masuk kembali (terutama dari amerika). Pemerintah Jerman sangat mendukung industri perfilman dalam negeri pada periode ini, pelarangan diputarnya film asing terus berlanjut hingga tanggal 31 desember 1920. Pada tahun 1922 negara-negara lain yang sebelumnya membenci Jerman telah melunak, dan film-film Jerman terkenal secara internasional. Pada tanggal 9 November 1918 republik Jerman di deklarasikan. Selama beberapa bulan partai-partai radikal dan liberal bertarung untuk mendapatkan kekuasaan dan sepertinya revolusi yang telah terjadi di Rusia akan terjadi di Jerman. Klimaks dari drama politik Jerman terjadi pada tahun 1920, dan berkuasanya Nazi pada tahun 1933.
Perang secara resmi berakhir dengan ditanda tanganinya perjanjian Versailles pada tanggal 28 Juni 1919. Dari pada memperbaiki hubungan dengan Jerman, Inggris dan Prancis lebih memilih untuk terus menekan musuh mereka tersebut. Mereka menuduh Jerman sebagai penyebab dari konflik yang terjadi. Berbagai daerah kekuasaan atau territorial diserahkan kepada Polandia dan Prancis (Jerman kehilangan 13% dari daerah kekuasaannya). Jerman dilarang memiliki seratus ribu orang tentara dalam angkatan bersenjatanya, dan semuanya dilarang memegang senjata. Dan yang paling utama, pihak sekutu meminta Jerman untuk membayar semua kerusakan perang (hanya Amerika yang menolak, mereka menanda tangani perjanjian damai mereka sendiri dengan Jerman pada tahun 1921).
Hal-hal tersebut secara berangsur-angsur menekan system financial Jerman Hingga keterpurukan. Hingga akhirnya Jerman mengalami inflasi, bahkan Hyperinflasi di tahun 1923. nilai mata uang mark Jerman yang awalnya bernilai 4 mark jika di kurskan ke dalam dollar, setelah perang berubah menjadi 50.000 mark. Pada akhir 1923 nilai mata uang mark mencapai 6 miliar mark jika di kurskan.
Masalah ekonomi ini tidak membuat semua orang menderita. Beberapa industri besar meraih keuntungan dari inflasi. Sejak uang menjadi tidak berharga, para penerima gaji lebih memilih untuk menghabiskan uangnya selagi uang tersebut masih bisa digunakan untuk sesuatu, dan film adalah salah satu produk yang tersedia. Pengunjung bioskop sangat tinggi pasa periode inflasi, dan banyak bioskop baru yang dibangun.
GENRE DAN GAYA PERFILMAN JERMAN PASCA PERANG
Genre film-film fantasy menjadi yang paling menarik seperti film-film yang dibintangi oleh Paul Wegener, antara lain The Golem (1920), dan Der Verlorene Schatten (The Lost Shadow, 1921). Beberapa genre lainnya yang unggul pada era paska perang adalah genre pertunjukan besar, gerakan Expresionist Jerman, dan film Kammerspiel.
PERTUNJUKAN-PERTUNJUKAN BESAR
Setelah perang, Jerman mencoba taktik serupa, menekankan pada pertunjukan-pertunjukan besar. Beberapa dari film yang dihasilkan meraih sukses yang serupa dengan Italia, dan secara tidak sengaja menemukan sosok Sutradara mayor Jerman paska perang, Ernst Lubitsch.
Selama Inflasi, Perusahaan Jerman yang besar merasa mudah untuk menggarap epik sejarah. Beberapa firma menyediakan fasilitas studio, buruh yang membangun set dan kostum mampu di biayai, dan para figuran dapat dibayar dengan murah. Hasilnya dapat bersaing secara internasional dan seperti film karya Lubitsch yang berjudul Madame Dubarry (1919), mengeluarkan biaya hanya sebesar 40.000 Dollar. Para ahli mengatakan, jika film tersebut di produksi di Hollywood, biayanya bisa mencapai 500.000 Dollar. Lubitsch yang menjadi sutradara menonjol dalam genre epik sejarah, telah membangun karirnya dari awal tahun 1910-an sebagai comedian dan sutradara. 
Negri dan Lubitsch pertama kali bekerjasama pada tahun 1918 dalam film Die Augen der Mumie Ma (The Eyes of the Mummy Ma). Lubitsch menyutradarai Madame Dubary pada tahun 1919 berdasarkan kisah hidup selir Raja Perancis yang bernama King Louis XV. Lubitsch lalu berusaha mengulang suksesnya dengan membuat film bertema serupa yang berjudul Anna Boleyn (1920). Pada tahun 1923, Lubitsch menjadi sutradara asal Jerman yang bernama besar yang di rekrut untuk bekerja di Hollywood.

GERAKAN EXPRESIONIST JERMAN
Pada Bulan Februari 1920, Sebuah film di putar di Berlin, dan dianggap sebagai sesuatu yang baru : The Cabinet of Dr. Caligari. Film ini sukses. Menggunakan setting penuh gaya, dengan bentuk bangunan yang aneh dan miring-miring di lukis di kanvas sebagai backdrop layaknya teater. Aktornya tidak berakting secara natural, malahan mereka bergerak seperti tarian.
 Saat Dr. Caligari diputar untuk pertama kalinya, pengkritik film dan para penonton dibuat terkagum-kagum. Film-film expresionisme lainnya segera menyusul, hingga awal tahun 1927. Beberapa pendapat menyatakan bahwa hanya beberapa film saja yang dapat dianggap sebagai film-film expresionist yang sebenarnya, yaitu film-film yang menyerupai The Cabinet of Dr. Caligari dalam menggunakan distorsi, dan mise-en-scene yang diciptakan dari expresionisme teaterikal. 
Ada dua faktor penting yang menyebabkan berakhirnya era expresionisme. Yang pertama adalah para sineas Jerman banyak yang merasa tertarik untuk berkarya di Hollywood. Dan yang kedua, para sineas Jerman yang tetap memilih tinggal di Negara asalnya tidak lagi memproduksi film-film jenis expresionisme. Mereka lebih memilih untuk berkarya di fil-film jenis New Objectivity.
FILM KAMMERSPIEL
Kammerspiel atau Chamber-Drama (Drama di dalam kamar). Namanya diambildari Teater Kammerspiele, dibuka tahun 1906 oleh sutradara panggung Max Reinhardt yang ingin mengemas drama untuk konsumsi penonton yang tidak ramai. Film-filmnya seperti : Shatered (1921), dan Sylvester (New Year’s Eve atau St. Sylvester’s Eve, 1923), Backstairs (Leopold Jassner,1921), The Last Laugh (Murnau,1924), dan Michael (Carl Dreyer,1924). Semua film tersebut, kecuali Michael ditulis skenarionya oleh Carl Mayer yang ikut menulis The Cabinet of Dr. Caligari dan film-film lainnya. Carl Mayer bisa disebut sebagai kekuatan utama dari genre Kammerspiel.
Film Kammerspiel berfokus pada karakter yang sedikit dan mengeksplorasi masalah mereka secara mendetil. Lebih menekankan pada acting dan detil daripada ekspresi emosi. Gaya expressionist terkadang muncul di settingnya, tetapi lebih pada lingkungan yang suram daripada fantasi dan pokok utama dari expressionist. Setting film-film Kammerspiel lebih ke sehari-hari dengan jangka waktu yang pendek. 
The Last Laugh menjadi film Kammerspiel yang paling terkenal dan paling sukses. Pada akhir 1924, Genre ini menjadi genre paling menonjol di Jerman.
NEW OBJECTIVITY
Trend baru itu disebut dengan Neue Sachlichkeit, atau New Objectivity (Obyektivitas Baru). Contohnya, Karikatur politik George Grosz dan Otto Dix. Lukisan mereka bergaya seperti expressionist, tetapi perhatian mereka lebih terpaku pada realita dari Jerman. Fotografi berkembang menjadi penting sebagai media seni di Jerman pada periode 1927-1933. Gambar-gambar seperti karya Karl Blossfeldt yang indah, close up tumbuh-tumbuhan abstrak, hingga karya John Heartfield yang menyerang Nazi dengan photo Montage yang satir. Bertolt Brecht unggul di akhir tahun 1920-1930-an. 
Faktor lain yang menyebabkan kemunduran New Objectivity adalah berubah haluannya situasi politik Jerman pada awal 1930-an. Partai Sosialis dan Komunis memproduksi banyak film pada era ini. Genre operetta menjadi salah satu genre yang sangat menjanjikan karena menggunakan suara.
FILM-FILM JERMAN DI LUAR NEGERI
Pada bulan Desember tahun 1920, Madame Dubarry yang di beri judul ulang Passion memecahkan rekor box office di New York theater, dan kemudian dirilis ke seluruh kota di Amerika melalui salah satu distributor film terbesar saat itu, First National. Secara tiba-tiba perusahaan-perusahaan film Amerika begitu bersemangat untuk membeli film-film Jerman, karena kesuksesan Passion. Yang lebih mengejutkan lagi, para sineas expresionisme ikut serta dalam mengekspor film-filmnya ke negara lain. Akhirnya film-film Jerman yang lain menyusul, genre-genre kammerspiel dan expresionist sukses di Perancis hingga melebihi lima tahun ke depan. Trend serupa juga merambah Jepang di awal 1920-an, dan negara-negara lainnya.
PERUBAHAN BESAR PADA PERTENGAHAN HINGGA AKHIR TAHUN 1920 AN.
Walaupaun pada awalnya sukses, namun Industri film Jerman tidak dapat terus-menerus memproduksi film dengan cara lama. Banyak faktor yang kemudian akhirnya merubah sistem produksi film. Gaya dan teknologi asing merupakan salah satunya. Kesuksesan juga membuat industri film Jerman mengalami masalah, seperti banyak sineas-sineas menonjol yang kemudian tertarik untuk berkarya di Hollywood. Perusahaan film Jerman bahkan mulai meniru film-film Hollywood. Pada tahun 1929, industri film Jerman kemudian berubah dari situasi paska perangnya.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN FILM JERMAN
Teknologi pembuatan film berkembang dengan kencang pada tahun 1920-an. Inflasi mendorong banyak perusahaan film yang menginvestasikan dananya untuk fasilitas dan lahan, sehingga banyak studio yang dibangun atau diperbesar. Sperti Ufa yang melebarkan dua komplek utama studio mereka, di Tempelhof dan Neubabelsberg, dan segera saja mereka memiliki fasilitas terlengkap dan terbagus di Eropa.
Jerman juga kemudian menggunakan inovasi pada tekhnik pencahayaan yang dikembangkan oleh Hollywood pada tahun 1910-an. Karena Perusahaan-perusahaan film Jerman begitu bernafsu untuk untuk mengekspor film-film mereka ke Hollywood, beredar kabar bahwa para filmmaker harus mencontoh elemen-elemen baru dari gaya Amerika, seperti Backlighting dan cahaya tambahan pada shot exterior. Artikel-artikel pada harian Trade Press menghimbau perusahaan-perusahaan film untuk membangun fasilitas yang lebih baik, dengan peralatan lighting terbaik.
Salah satu inovasi Jerman dalm teknologi film pada tahun 1920-an yang menjadi sangat berpengaruh secara internasional adalah entfesselte camera (unfastened camera, atau kamera yang dapat bergerak secara bebas). 
 
Nah, itu tadi seputar perkembangan film di Jerman. Semoga artikel ini bermanfaat ya gengs:) .Tschüß!

Kamis, 17 Maret 2016

Proposal T.A 2015

ANALISIS MAKNA LEKSIKAL PADA IDIOM DENGAN UNSUR DADA DALAM BAHASA INDONESIA DAN UNSUR BRUST DALAM BAHASA JERMAN.
OLEH SHERLEY MAIL PENDIDIKAN BAHASA JERMAN UNJ 2015

Proposal T.A 2015

Analisis Jugendsprache dalam Film Fack Ju Goethe 2
Peneliti : Herwina
Pendidikan Bahasa Jerman UNJ

Senin, 07 Maret 2016

STRUKTUR KEPENGURUSAN BEMP PENDIDIKAN BAHASA JERMAN 2016

Struktur Kepengurusan BEMP Pendidikan Bahasa Jerman 2016

Ketua : Hanifah Shalihah

Bendahara :
Astri Rizki Septiani
Rima Malati Pratiwi
Adinda Aulia

Sekretaris :
Natasha Hera
Gustianisa Ai Soyun
Salsabila Rasdi
Diana Michel

PSDM
Anistya Fadillah
Novia Fajriani
Annisa Vitriani Taher
Heni Suryani
Firdha Noor Widiyanti
Dinda Septiara Bestari

Kerohanian
Keumala Filzahira
Fitria
Mochamad Abdul Aziz
Almas Faridah Mazaya
Yulian Indah Pratiwi
Khaulannisa Al azwar
Prima Rizky

Humas
Nindya Novianti
Shabrina Shafa Libianti
Caca
Rakhel Malia
Amalya
Sarah sakinah

Adkesma
Fathia Nur Ananta
Nur Hairiyah
Nadhila Sabila
Tri Astuti Ismi
Dana Prasticha
Ghea Rakanda

Mikat
Antis Dio M
Hagai Hermawan
Adinda Adellia
Audrey
Sulaiman Ar Rasyid
Ifmy shafiyyah

Pendidikan
Rizky Dwi Ananda
Ni Made Indah Kusuma
Azizah Mardiyanah
Nadira Natasya
Endras Angelina
Mega Bungara

Untuk nama-nama diatas kami ucapkan selamat bergabung di KELUARGA BESAR BEM P BAHASA JERMAN 2016.

Selamat Bekerja ! Bersama wujudkan cita-cita !

Kamis, 11 Februari 2016

Upgrading 3.0

Hallo Liebe Leserinnen und Leser unseres Blogs! Es war für euch ein sehr lustiger aber auch anstrengender Tag. :D

∆ am 11. Februar 2015 um 08.00 Uhr bis 16.30 Uhr.
BEM JBJ 2015-2016 telah mengadakan kegiatan "UPGRADING" di salah satu pantai Ancol,Jakarta.
Didalam kegiatan ini tujuannya adalah untuk mengevaluasi Kinerja BEM JBJ selama satu tahun kepengurusannya, dan juga terdapat kegiatan seru lainnya dalam rangkaian acara ini yang tentunya telah disiapkan oleh panitia "UPGRADING".

Ternyata pada hari itu panitia juga menyiapkan hadiah penganugerahan bagi staff, kadept, divisi, dan Tim terbaik!
•Penganugerahan Divisi BEM JBJTerbaik jatuh pada...........
Divisi ADKESMA 🎉🎉🎉🎉🎉
•Penganugerahan Kadept Terbaik jatuh pada.......
Kak Indah dari Div. ADKESMA 🎉🎉🎉🎉
•Penganugerahan Staff  Terbaik jatuh pada.......
Nindia dari Divisi kami HUMAS!!!Horeeeee akhirnyaaaa 🎉🎉🎉🎉🎉🎉
•Dan Untuk Penganugerahan TIM UPGRADING Terbaik jatuh pada.......
TIM UKRANIA 🎉🎉🎉🎉🎉🎉

Herzlichen Glückwunsch!!!! Gut gemacht!!!!!

Dan selain itu yang paling menarik ketika kami saling tuar menukar kado yang telah kami bawa, sebelumnya kami diminta untuk berdiri membuat lingkaran dan meletakan seluruh kado yang kami bawa di posisi tengah lingkaran, tidak hanya itu kami diminta untuk mundur beberapa langkah agar jarak kami dengan kado-kado tidak berdekatan. MC yang saat kegiatan itu adalah kak Indah ketika ia mulai memberikan aba-aba dengan menghitung mundur (satu...dua... TIGA.....!!!!!) Mulailah kami semua mengambil satu kado2 yang telah diletakan diposisi tengah tsb. Selesai acara tukar menukar kado kami berteduh  karena cuaca tidak memungkinkan untuk bermain dipantain juga kami sedikit evaluasi dan setelah itu acara pun ditutup dengan sebuah kejutan yang kami berikan utk kak Riska dan kak Rida juga kak Dina utk hari ulang tahunnya.
Acara UPGRADING 3.0 ini selesai dan berhasil dilaksanakan.

Wir möchten euch allen danken für
euer Kommen und wir hoffen , dass wir so viel nützliche Informationen wie möglich bekommen. Bis zum nächsten Mal!!!!!! :)

Viele Grüße
HUMAS BEM JBJ