Wir sind Deutschabteilung an der UNJ! | e-mail: bemjbj.unj@gmail.com | FB: Bem JBJ UNJ | Instagram: bemjbjerman_unj | Twitter : @bemjbj_unj
Minggu, 16 Agustus 2015
STRUKTUR KEPANITIAAN BEM JBJ 2015
Minggu, 02 Agustus 2015
Komunikasi di Jerman
Hallo, Wie geht's? Yuk kita lanjutkan aktivitas kita dengan suatu hal yang berguna tanpa sia-sia dengan mengujungi serta membaca blog kami. Sebelumnya kalian pasti mempunyai cara dan gaya berbeda dalam berkomunikasi kan? Begitupula dengan masyarakat di negara Jerman, mereka memiliki ciri khas dalam berkomunikasi. Mari kita baca :)
1. Berbicara langsung dan tidak suka basa-basi
Orang jerman sangat menghargai waktu, begitupun
saat berkomunikasi. Mereka lebih suka “to the
point” terhadap pembicaraan. Basa-basi memang
kerap menjadi bumbu komunikasi tetapi kadang-
kadang menjadi tidak jelas dan menimbulkan
permasalahan. Orang jerman adalah orang yang
teratur, terencana dan sistimatis sementara basa-
basi hanya mengulur waktu dan diluar rencana
atau konteks bicara. Jadi jika anda akan membuat
pertemuan/rapat bisnis atau yang menyangkut
seputar pekerjaan, upayakan pertemuan yang
berencana, bertujuan dan sistimatis. Jika pasangan
anda atau orang terdekat anda adalah orang
jerman, nyatakan secara langsung maksud anda
ketimbang anda meminta mereka menebak
pembicaraan.
2. Berwajah serius untuk pertama kali dan akan
bersikap ramah dan terbuka bila sudah
mengenalnya.
Jika dibilang tidak suka senyum, orang jerman
salah satunya. Bukan karena mereka pelit senyum
tetapi mereka hanya bersikap ramah, termasuk
senyum bila sudah kenal dan akrab. Di tempat
umum, wajah mereka terlihat serius dan tertutup.
Budaya senyum kepada siapa saja tidak berlaku
pada orang jerman untuk orang asing atau tidak
dikenal baik. Mereka bukan sombong tetapi
memang demikian adanya.
3. Kontak mata saat berbicara
Bagi mereka yang menghindari kontak mata saat
berbicara bisa disebabkan karena persoalan
budaya yang memang mengajarkan begitu.
Dipandang tak sopan jika menatap mata langsung.
Selain itu, menghindari tatap mata bisa jadi
karena persoalan internal yang menyangkut
kebenaran yang disampaikan atau kepercayaan
diri terhadap lawan bicara. Ini tidak berlaku di
Jerman. Bila sepasang kekasih atau suami isteri
asal Jerman, mereka akan saling memandang satu
sama lain. Mereka terlihat mesra dari tatapan
mata. Untuk urusan komunikasi, orang jerman
dapat dikatakan suka berbicara jujur sehingga
mengandalkan kontak mata sebagai bagian
komunikasi non verbal.
4. Jujur dan mungkin sedikit menyakitkan
Seperti dikatakan di atas, orang jerman suka
berbicara jujur dan apa adanya. Mereka adalah
orang yang langsung (direct) yang memang bagi
sebagian orang komentar mereka bisa sedikit
menyakitkan. Jadi jangan marah jika mereka
berbicara apa adanya tentang anda. Jangan
khwatir, saya belum menemukan orang jerman
sampai sekarang yang suka mendendam. Mereka
juga orang yang logis dan rasional. Istilah dalam
bahasa Indonesia, jangan dimasukkan ke dalam
hati.
5. Kontak tubuh
Jika di atas kita membahas kontak mata, orang
jerman juga orang yang ekspresif untuk melakukan
kontak tubuh. Pertama kali bertemu, mereka akan
menjabat tangan dengan hangat sambil menepuk
bahu anda. Itu wajar. Pertama kali saya bertemu
orang jerman di bagian selatan, mereka akan
mengajak kita berpelukan sambil “cipika cipiki”
atau cium pipi. Itu adalah bentuk sapaan yang
hangat baik pria maupun wanita. Mereka
memperlakukan wajar dan sama, terutama jika
akrab dan sudah kenal baik.
6. Formal
Lingkup pertemanan orang jerman sangat
terbatas. Mereka lebih memikirkan kualitas
hubungan, karena mereka selektif dan ketat.
Mereka termasuk lambat dalam urusan
persahabatan. Dengan begitu, mereka bisa
membedakan urusan dalam pekerjaan/bisnis
dengan persolan pribadi/keluarga. Dalam bahasa
jerman dikenal ‘you’ untuk konteks formal dan
informal. Terhadap orang asing atau baru
bertemu, maka orang jerman akan memanggil
“Sie” sedangkan untuk sapaan informal atau sudah
dikenal dengan sapaan “Du”. Mereka akan berhati-
hati dalam berbicara dan menyapa dengan “Sie”.
Sebagai contoh untuk memanggil dokter
perempuan, mereka akan menyapa “Guten
Morgen, Frau Doktor”. Untuk salam formal,
mereka menempatkan gelar akademis. Dalam
situasi formal, perempuan disapa “Frau” dan laki-
laki disapa “Herr”.
7. Mampu membedakan urusan bisnis atau
pekerjaan dengan hal pribadi
Orang jerman tidak suka membicarakan atau
mencampuradukkan urusan bisnis dengan
persoalan pribadi. Dalam urusan pekerjaan,
mereka akan fokus pada hal-hal bisnis/pekerjaan.
Orang jerman jarang mengundang untuk ke rumah
mereka, bila itu terjadi maka komunikasi informal
yang dimaksud.
8. Pentingnya janji dalam pertemuan dan disiplin
waktu
Dianggap tidak sopan jika kita berkunjung ke
rumah kerabat di Jerman tanpa janji. Apa pun
dalam segala urusan bisnis dan sosial, kita
membuat janji bertemu. Jerman merupakan
negara yang teratur, tertib dan disiplin dengan
istilah “termin”. Jika kita mendapatkan undangan
berkunjung atau memiliki pertemuan dengan
orang jerman, kita diharapkan datang tepat waktu.
Mereka yang datang terlambat atau tidak tepat
waktu dipandang tidak sopan. Mereka sangat
menghargai waktu. Dalam sapaan formal, mereka
akan memanggil nama belakang (nama keluarga)
kepada anda pertama kali.
9. Rasional, berpikir deduktif dan logis
Jerman adalah orang yang suka berpikir deduktif
dan membangun pengetahuan teoritis untuk
sebuah argumen. Mereka lebih menerima segala
hal yang rasional dan logis. Mereka cenderung
kritis, suka berdebat dan mengkaitkan pertanyaan
dengan subyek terkait atau fokus. Mereka akan
mengatakan “Anda salah” secara blak-blakan
dalam urusan pekerjaan.
10. Sedikit yang berbicara bahasa inggris.
Tak banyak dijumpai orang jerman bisa berbicara
dalam bahasa inggris yang baik dan benar. Semua
hal untuk publik lebih banyak dituliskan dalam
bahasa jerman. Bahkan untuk nonton film impor
buatan Hollywood misalnya, Jerman sudah
mengalihbahasakan menjadi bahasa jerman.
Mereka akan sangat menghargai bila kita bisa
berbicara bahasa jerman meski masih terbata-
bata. Ucapkan “Hallo” atau “Servus” sebagai
sapaan pembuka.
PERILAKU NONVERBAL ORANG JERMAN & INDONESIA
1. Dalam berjabat tangan ada pengecualian dari jerman
umumnya orang jerman baik pria ataupun wanita
tidak suka menyentuh apalagi memegang sesama
jenis kecuali mereka mau dipanggil gay atau lesbi
sedangkan di Indonesia, berjabat tangan sesama jenis
saat bertemu adalah hal yang wajar, bahkan
terkadang untuk kalangan tertentu di Indonesia,
cipika-cipiki juga merupakan hal yang wajar.
2. Di Jerman kaum wanita seperti juga kaum pria biasa
berjabatan tangan dalam pergaulan sosial sedangkan
di Indonesia, berjabat tangan lawan jenis bisa menjadi
hal yang wajar tapi bisa menjadi hal yang dilarang
jika dilihat dari sudut pandang islam.
3. Di Jerman, pemuda yang menggandeng bahu sesama
jenis dikatakan gay, sedangkan di Indonesia tidak
jarang seorang pemuda menggandeng bahu temannya
ketika berjalan kaki menyusuri trotoar tanpa ada
kekhawatiran dikatakan homo, dan perilaku tersebut
di Indonesia lebih menandakan keakraban
kekerabatan maupun kekeluargaan
4. Di jerman, acungan jempol juga dapat berarti satu,
isyarat seperti ini terkadang digunakan oleh orang
jerman untuk memesan satu (botol atau gelas) bir
kepada pelayan sedangkan di Indonesia acungan
jempol mungkin mengatakan bagus, oke, sip atau
beres.
5. Untuk menunjukkan istimewa (excellent) terkadang
orang jerman mempertemukan ujung jempol dan
telunjuk (membentuk lingkaran) dengan meninggalkan
dan membiarkan ketiga jari lainnya berdiri sedankan di
Indonesia, isyarat ini untuk menunjukkan bahwa
segala sesuatunya sudah beres.
6. Di Indonesia menyentuhkan telunjuk kanan di kening
dengan posisi miring menjunjukkan bahwa seseorang
itu sinting sedangkan di Jerman hal ini dilakukan
dengan nenunjukkan telunjuk sebelah kanan ke kening
sebelah kanan pula. Isyarat ‘gila’ di Jerman bisa
berarti “pikirlah pakai otak” atau sebagai tanda untuk
berpikir.
7. Orang jerman sangat lazim menunjukkan sesuatu
dengan telunjuk kepada atasannya semisal seorang
atasan bertanya “dimana buku saya ?” sedangkan di
Indonesia, hal tersebut adalah merupakan
ketidaksopanan. Orang-orang kita biasanya
menggunakan ibu jari menghadap ke atas dengan
arah menunjukkan tempat/benda tersebut.
8. Orang Jerman mengetuk-ngetuk meja dengan semua
jari yang ditekukkan sehingga tangan terkepal ini
bertujuan member applause seseorang, di Indonesia
seseorang memberikan applause dengan menepuk-
nepukkan kedua telapak tangan dan terkadang diiringi
dengan berdiri untuk lebih menjadikan orang yang
diberi applause itu istimewa.
9. Orang Jerman menyuruh orang lain diam dengan cara
meletakkan jari telunjuk di bibir sambil mengatakan
“ssstt” hal ini mirip dengan apa yang dilakukan di
Indonesia, tapi di Indonesia bisa juga dengan
menempelkan ujung jari-jari tangan kanan ke telapak
tangan sebelah kiri atau sebaliknya sehingga
membentuk seperti huruf ‘T’, bisa juga dengan
mengatup-atupkan antara ibu jari dengan dua jari di
atasnya (telunjuk dan jari tengah).
10. Orang Jerman meletakkan jempol ke lubang telinga,
membiarkan kelingking berdiri dan menekuk ketiga jari
lainnya, isyarat seperti ini berarti mengatakan”mari
kita bicara lewat telepon nanti”, sama seperti di
Indonesia hanya saja terkadang di Indonesia ditambah
dengan tangan digerak-gerakkan.
11. Dijerman isyarat yang buruk seperti mengacungkan
jari tengah dapat membawa pelakunya ke meja hijau
karena sudah termasuk pelanggaran yang sangat
berat, sedangkan di Indonesia isyarat seperti itu
memang sangat tidak sopan tetapi bisa tidak sampai
membawa pelaku ke meja hijau.
12. Di jerman memberikan bunga mawar merah kepada
wanita dianggap sebagai suatu undangan yang
romantis, tetapi menjadi tidak baik jika dikaitkan
dengan hubungan bisnis.
Tradisi dan Kebiasaan Orang Jerman
Hallo alle! Senang sekali akhirnya kami dapat kembali memberikan informasi seputar negara Jerman.
Jerman merupakan sebuah negara yang mempunyai budaya unik, budaya tersebut juga dapat terlihat pada kebiasaan orang-orang Jerman yang mereka lakukan sehari-hari. Berikut merupakan tradisi dan kebiasaan orang-orang Jerman, semoga dapat menambah pengetahuan kalian :)
1. Tradisi Pemberian Nama
Pernah dengar nama Müller,Weber,atau Schweinsteiger?,tau artinya?
Kalau kita denger sih kayaknya keren tapi ternyata artinya dikit lucu bagi orang indonesia. Orang Jerman pada jaman dahulu suka menggunakan nama pekerjaan mereka sebagai nama panggilan mereka selain nama-nama umum yang memang sudah ada sejak ratusan tahun lalu
seperti Mark,Ribert,David,dll. Orang eropa memang cendrung menggunakan nama-nama yang umum tersebut tanpa menggubahnya, sehingga nama-nama orang eropa yang sudah tua itu masih saja dipakai hingga saat ini.
Disamping nama-nama umum itu orang jerman juga suka menambahkan nama pekerjaan mereka di belakang nama umum tersebut. Kebiasaan itu berlangsung hingga sekarang, malah telah menjadi nama keluarga. Berikut beberapa nama-nama orang Jerman dan artinya:
Mueller (penggiling)
Bauer (petani)
Schneider (pemotong)
Kaufmann (pedagang)
Schumacher(pembuat sepatu)
Schiffer (juragan)
Graf (pegawai pencatat)
Schweinsteiger (pengembala/pengurus babi)
Weber (penenun)
2. Tradisi Pernikahan
Di Jerman bulan pilihan untuk menikah adalah Mei. Tradisi
yang berhubungan dengan pernikahan di Jerman yang banyak
dan berbeda-beda menurut wilayah.
Brides sering membawa garam dan roti sebagai pertanda
untuk hasil panen yang baik dan laki-laki membawa gandum
untuk kekayaan dan nasib baik.
Pada daerah-daerah tertentu di Jerman, hingga sekarang
masih mewarisi kebiasaan ritual pernikahan kuno tertentu,
misalkan sebuah contoh di daerah Bonn yang masih nge-trend
yakni ritual Bude Abend yang sebelum pernikahan
membanting ember dan memecah piring.
Sama halnya dengan situasi di negara Eropa lainnya, pemuda-
pemudi Jerman kebanyakan di dalam gereja melangsungkan
ritual pernikahan dan di rumah melangsungkan pestanya .
Pihak lelaki menutup biaya untuk acara di gereja, daftar nama
para tamu peserta pesta pernikahan kebanyakan ditentukan
oleh orang tua mempelai wanita.
Akan tetapi, pada kebanyakan situasi, orang tua pihak
mempelai selalu berunding dengan besan mereka, masing-
masing mengusulkan separuh nama tamu, dengan begitu bisa
menghindari munculnya hal tidak menyenangkan pada saat
pesta berlangsung.
Pesta pernikahan pada umumnya, daftar nama tamu biasanya
termasuk anggota keluarga kedua keluarga, kawan kedua
belah pihak orang tua, para teman mempelai pria dan wanita,
secara garis besar ditentukan berdasarkan perbandingan yang
setara.
Di dalam suasana pesta yang khidmat, mempelai pria yang
berbusana pakaian rapi dan bergandengan tangan dengan
mempelai wanita yang bergaun putih, di bawah kawalan dari
pengapit pengantin laki-perempuan, memasuki arena pesta
pernikahan, para undangan menyatakan selamat kepada
pengantin baru, kedua mempelai menyatakan rasa terima
kasih kepada hadirin satu persatu.
Secara tiba-tiba, suara Ting ting tang tang pecahan piring
dan bunyi gaduh bantingan mangkuk, selain itu juga tiada
henti, persis bagaikan suara petasan pada saat malam tahun
baru Imleek. Ternyata, dengan mengikuti kebiasaan tradisional
setempat, sebelum resmi menikah harus melangsungkan ritual
membuang yang lama (sial) menyongsong yang baru.
Para undangan yang mengikuti acara pesta, setiap orang pada
membawa aneka macam mangkuk pecah, piring retak, botol
pecah dan lain sebagainya. Di dalam ritual, orang-orang pada
berlomba membanting piring dan memecah botol, silih
berganti, suara gaduh tidak berhenti.
Benda-benda rombeng yang dibawa dan dibanting para tamu
berserakan di lantai, orang tua pengantin wanita dengan
tersenyum simpul mengumpulkan pecahan benda-benda
tersebut dan disapu menjadi satu dimasukkan ke dalam
sebuah koper usang serta disulut dengan api di tengah
halaman, para hadirin mengelilinginya sembari menyanyi dan
menari, bersorak sorai dan berlompatan.
Di dalam konsepsi tradisional orang Tionghoa, pada saat
pesta, pantang memecahkan barang, konsepsi tradisional
orang Jerman justru terbalik.
Mereka menganggap dengan membanting dan melempar
keras-keras, bisa membantu kedua mempelai menghapus
kegundahan masa lampau dan menyongsong permulaan yang
indah, di dalam perjalanan kehidupan yang panjang, sang
suami-isteri bisa selalu mempertahankan asmara yang
hangat, selama hidup tak berpisah hingga rambut memutih.
Yang lebih menarik ialah, suami isteri pengantin baru tidak
boleh menikmati malam pertama dengan tenang, melainkan
berkonsentrasi penuh, dengan seksama memperhatikan
keadaan sekeliling.
Selalu saja ada tetangga kiri kanan yang secara berkala
memecahkan seperangkat porselen, sesudah kedua mempelai
itu mendengarnya, sebagai reaksinya diharuskan dengan
segera memecah juga sebuah benda.
Seolah-olah pihak lain memecah sebuah benda pecah-belah
adalah mengucapkan selamat kepada mereka, maka mereka
juga membanting sebuah porselin untuk menunjukkan rasa
terima kasih.
Hal hal unik lainnya dalam tradisi pernikahan di jerman yaitu
pengantin wanita sering membawa garam dan roti sebagai
pertanda untuk hasil panen yang baik dan laki-laki membawa
gandum untuk kekayaan dan nasib baik.
3. Pola Tidur
Survei tidur global yang dilakukan The National Sleep Foundation menemukan pola dan kebiasaan tidur unik dari setiap orang di enam negara besar di dunia.
Sebanyak 36% warga Jerman yang disurvei mengaku tidur kurang dari tujuh jam setiap malam. Kualitas tidur warga Jerman sangat dipengaruhi oleh kondisi kamar tidur. Mereka mengaku lebih
santai jika kamar memiliki aroma segar dan menyenangkan.
Sehingga mereka membersihkan dan merapikan kamar setiap minggu agar mendapat udara segar sehingga memiliki kualitas tidur malam yang baik.
4. Kebiasaan Makan
Bratwurst , roti, sosis, keju, Sauerkraut, Currywurst , Kartoffelsalat … adalah beberapa jenis makanan yang pastinya tak jarang
ditemukan, namanya terngiang-ngiang ditelinga bahkan terbayang dipikiran para pembaca di Indonesia, jika kita mendengar
kata Jerman. Lalu bagaimana dengan kebiasaan makan di
Jerman? Apakah memang hanya jenis makanan ini yang
menjadi menu makanan sehari-hari di Jerman dan merupakan menu makanan di setiap waktu makannya?
Kebiasaan makan di Jerman sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan kebiasaan makan di negara kita, yang pada umumnya terdiri dari waktu sarapan pagi, makan siang dan makan malam.
Sarapan Pagi
Seperti biasa kebiasaan makan di mulai dengan sarapan pagi. Ditemani secangkir kopi atau teh, berbagai jenis roti tawar dan juga jenis roti Brötchen dengan olesan berbagai selai manis beragam rasa atau coklat
merupakan salah satu dari menu standar sarapan pagi. Atau bahkan berbagai jenis keju serta sosis dapat juga menjadi pilihan untuk
sarapan. Namun tak menutup kemungkinan jika menu di pagi hari lebih luas lagi seperti menghidangkan makanan lainnya diantaranya
yoghurt , cornflakes , müsli dan juga telur rebus serta berbagai jenis jus buah-buahan untuk minumannya.
Makan Siang
Makan siang merupakan waktu makan utama yang memiliki
menu berat layaknya seperti di Indonesia nasi beserta lauk
pauknya. Hanya di Jerman makan siang selalu dihidangkan
dalam keadaan panas dan fresh dan menu makanan yang
disantap sering bervariasi. Seringkali menu yang ada terdiri
dari menu masakan berbahan dasar daging, kentang serta
sayur-sayuran.
Makan Malam
Abendbrot – der Abend= malam – das Brot=roti, itulah
sebutan makan malam dalam bahasa Jerman. Dari
sebutannya saja sudah dapat diartikan jika menu makan
malam hanya terdiri dari berbagai jenis roti – Brot – yang
dihidangkan dengan berbagai jenis keju, irisan sosis dan salat.
Namun kadangkala disajikan pula makanan lainnya yang
dalam keadaan „panas“ seperti sup.
Selain ketiga waktu makan yang telah disebutkan, adapula
waktu makan lainnya yaitu sebagai waktu makan tambahan.
Tepatnya waktu makan ini dilakukan di sore hari disaat akhir
pekan. Hidangan yang tersedia pun adalah berbagai jenis kue
atau kue tart yang disertai dengan minum kopi atau teh
bersama. Waktu ini seringkali juga digunakan untuk
berkumpul bersama sanak keluarga atau teman bahkan
sahabat.
Akan tetapi dengan seiringnya perubahan waktu dan
perkembangan jaman yang disertai dengan perubahan cara
hidup orang Jerman dan kesibukan serta kebutuhan yang
berbeda-beda, kebiasaan makan di Jerman pun turut
mengalami perubahan. Dengan tingkat kesibukan yang tinggi
tak banyak dari orang Jerman yang meluangkan cukup waktu
untuk makan. Seringnya mereka hanya menghabiskan
kebiasaan makannya dalam waktu singkat, sebagai contoh di
kala siang hari karena pekerjaan atau kegiatan lainnya tak
jarang makanan di kantin tempat bekerja, restoran ataupun
makanan siap saji bahkan makanan dari Imbiss sudah biasa
dijadikan sebagai alternatif.
Lalu waktu makan pada siang dan malam hari pun seringkali
bervariasi, yang pasti adalah salah satu dari waktu makan
tersebut menyajikan makanan dalam keadaan panas dan
fresh . Selain itu berbagai restoran yang menghidangkan
berbagai jenis makanan dari berbagai negara, sebut saja
seperti hamburger, döner kebab , pizza , pasta, dan juga sejenis
makanan asia menambah jenis makanan yang dapat ditemui
di Jerman. Tentunya yang tak kalah penting juga bahwa
banyak Imbiss yang hampir dapat ditemui di seluruh pelosok
Jerman yaitu semacam restoran atau kios kecil yang menjual
makanan tertentu diantaranya seperti Pommes Frites ,
Bratwurst , Currywurst , Kartoffelsalat dan lainnya melengkapi
sudah keanekaragaman jenis makanan yang tersedia di
Jerman.
Setidaknya para pembaca sekarang sudah mengetahui kira-
kira kebiasaan makan di Jerman, tetapi yang mungkin harus
diketahui juga bahwa tentunya kebiasaan dan jenis makanan
yang ada di Jerman pun berbeda-beda tergantung dari
wilayah masing-masing, layaknya di Indonesia yang memiliki
khas makanan dari tiap-tiap daerahnya.
5. Kebiasaan Mengisi Waktu Luang
Waktu luang yang tersedia untuk remaja dan orang dewasa di Jerman sekarang lebih banyak daripada yang tersedia sepuluh tahun
lalu – rata-rata enam setengah jam per hari. Orang Jerman paling suka menghabiskan waktu itu dengan berolahraga atau dengan mengikuti acara budaya. Waktu yang dihabiskan penduduk Jerman di depan
pesawat televisi atau dengan mendengar radio lebih sedikit dibandingkan dengan
kebanyakan negara OECD lainnya.
Di Jerman istilah mall jarang dipakai, karena jarang ada.
Yang ada di Jerman adalah Fußgängerzone, yaitu daerah
pejalan kaki terbuka dan di sebelah kiri-kanan ada toko-
toko. Pada umumnya orang Jerman lebih suka meluangkan
waktu untuk jalan-jalan di taman dari pada ke mall. Mereka
biasanya hanya pergi belanja kalo memang ada keperluan
tertentu dan bukan hanya untuk jalan-jalan.



